ORBIT JABAR

Sambut Koperasi Merah Putih, Apda Jabar: Yang Nolak Tuh Kades Nakal!


Cianjur | OrbitJabar.com - Ketua Aliansi Putra Daerah Jawabarat (APDA JABAR) Isman Muslim mengapresiasi program Koperasi Merah Putih yang akan didirikan di setiap Desa.


Menteri Koperasi Budi Arie mencanangkan 16 Program Prioritas Kementerian Koperasi untuk mensukseskan pemerintahan  Presiden Prabowo yaitu diantaranya Menuntaskan Revisi UU Koperasi dan Regulasinya, Fasilitasi Pendirian Bank  Koperasi, KOP.ID SUPERAPPS Koperasi, Pengembangan Koperasi Ojek Online, Revitalisasi KUD, Supple Bahan Pokok untuk Makan Gizi Gratis, Produksi Minyak Goreng untuk rakyat, Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Supply Susu Nasional, Penyaluran Beras, Produksi Energi Biomassa, Penguatan Produksi Tekstil, Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat, Supply Bahan Baku Perumahan Rakyat, Sarjana Penggerak Koperasi dan Pembebasan KUT ( hapus buku dan hapus tagih). 


Kehadiran konsep Koperasi Desa Merah putih yang digagas oleh beberapa menteri era Prabowo mulai menuai pro kontra di lapangan. Konsep yang ditawarkan menteri Koperasi ini kedepan adalah terbentuknya 6 outlet di masing-masing Desa mulai dari gudang, cold storage, kantor koperasi, apotek desa, klinik desa dan unit simpan pinjam. 


Dari sini kita bisa menilai bahwa para menteri berusaha memberikan yang terbaik dengan maksud menghadirkan negara di ruang lingkup rakyat Desa. Namun tidak demikin dengan beberapa oknum yang seakan program ini sebagai ancaman hanya akan mengacaukan mata anggaran yang sudah biasa mereka pakai tiap tahunnya. 


Baca Juga: Buntut Sengketa Lahan di Agrabinta, Dokumen Pengajuan Jembatan dinilai Bodong


Ketua Aliansi Putra Daerah Jawabarat (APDA JABAR) Isman Muslim, bersama Kades Sukasari Dadan Haris menyambut baik rencana program tersebut. Dimana Program Koperasi Desa Merah Putih adalah sebuah program yang sangat bagus dan patut di apresiasi, gagasan ini bisa dinikmati oleh lapisan masyarakat Desa. 


Isman menuturkan bahwa ini Program Bagus menurutnya hanya Pemdes yang berpikiran Korup yang merasa risih dengan kehadiran konsep Kopdes Merah putih ini. 


"Pembiayaannya kan bisa bekerjasama dengan Bank Negara, rencana kami selain membuka outlet yang dimaksud pa Menteri kami juga sudah mengkonsep dari jauh hari akan membangun pusat perniagaan berintegrasi. Dimana nanti Para pedagang dan masyarakat yang ada dikawasan pasar Desa adalah Anggota Koperasi yang akan mendapatkan Jaminan kesehatan dari klinik", ungkap Isman, Minggu (09/03).


Kemudian juga jaminan kredit dari Koperasi simpan pinjam dari outlet yang dimaksud pak  Menteri kedepan. Serius apabila hari ini Pemdes dan Masyarakat Desa masih menilai ini adalah program memghancurkan Dana Desa itu salah besar makanya pahami dulu skemanya sehingga tidak di anggap sebagai sebuah program ancaman bagi para Kades nakal yang biasa Cawe-cawe anggaran", tutur Isman mengakhiri.** (Yd)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama